Pangkalan Bun – Warga RT 03, Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) digegerkan dengan keberadaan buaya Sinyulong (Sapit) seberat setengah ton di Sungai Pakit.
Buaya dengan panjang lima meter tersebut, pertama kali ditemukan oleh Taufik (Dana), selepas pulang mengantar ibunya menyadap karet, kemudian ia berhenti di atas jembatan untuk beristirahat, tidak disangka saat ia melihat ke bawah, seekor buaya besar berwarna hitam melintas di su
Lantaran jembatan tersebut menjadi jalan perlintasan di desa tersebut, banyak warga yang berhenti untuk melihat buaya Sinyulong itu. “Khawatir terjadi apa- apa, salah seorang warga memberanikan diri menjerat satwa liar tersebut dengan tali, namun buaya tidak begitu saja menyerah dan melakuka perlawanan, kemudian dibantu warga yang lain buaya dengan lebar satu meter tersebut berhasil diikat.

“Tadi pagi pukul 07.00 WIB, Dana pulang ngantar ibunya nyadap karet, lalu berhenti di atas jembatan dan lihat buaya lewat di sungai, kemudian ia berhenti, dan keberadaan buaya tersebut menarik perhatian warga lainnya dan semakin banyak warga berkumpul,” kata Kepala Desa Arga Mulya, Reno Krismanto , Kamis 13 Februari 2020.
Ia mengungkapkan sejatinya keberadaan buaya di Sungai Serkel (Pakit) tersebut tidak membuat warga heran, sebabnya di sungai tersebut merupakan habitat aslinya, dan memang banyak buaya di sungai tersebut. bahkan buaya yang ditangkap warga ukurannya terbilang masih kecil, karena masih ada yang lebih besar.
Kemudian kata dia, setelah buaya tersebut berhasil ditangkap, buaya tersebut diikat di sebatang kayu kemudian di gotong beramai – ramai ke balai desa setempat, untuk kemudian berkoordinasi dengan SKW II BKSDA Kalteng untuk diserahterimakan.

Sementara itu proses evakuasi yang dilakukan oleh SKW II BKSDA Kalteng berlangsung dramatis, pasalnya saat hendak dipindahkan ke pikup milik BKSDA, buaya Sapit tersebut mengamuk, akibatnya dua petugas Wildlife Rescue Unit BKSDA terpental kena hantaman buaya.
Salah satunya bahkan mengalami luka pada dahinya akibat terbentur saat ia terpental dan terjatuh dari pikup. Kepala SKW II BKSDA Kalteng Dendi Sutiadi mengatakan setelah mendapat laporan, tim WRU BKSDA Kalteng langsung menuju lokasi, dan pada pukul 14.00 WIB tim tiba dan langsung melakukan koordinasi.
“Setelah dilakukan pemeriksaan fisik buaya tersebut, berat buaya sekitar 500 kilo, dengan panjang 4,7 meter, dan kelaminnya belum kita identifimasi,” terangnya. Informasi yang dihimpun, biaya besar tersebut memiliki buntut yang buntung, dan beberapa hari lalu warga juga melihat dua buaya di sungai tersebut dengan ukuran yang lebih besar.
(ga/matakalteng.com)






















Discussion about this post